Ekspektasi
pernah ada di titik dimana, dijadikan prioritas itu adalah hal yang sangat menyenangkan.
pernah ada di titik dimana, menemani seseorang dari 0 yang sedang berjuang untuk menggapai cita cita adalah hal yang patut untuk di syukuri dan menjadi kebanggan tersendiri.
pernah ada di titik dimana, yang awalnya tidak di hargai, namun sangat di perjuangkan pada akhirnya.
namun, pernah juga ada di titik dimana, tidak di hargai pada awalnya, lalu di perjuangkan di tengah perjalanan, kemudian kembali tidak di hargai pada akhirnya.
semua perjalanan seperti itu sudah pernah ku lalui.
pahit, asam, asin, manis nya pun sudah pernah ku rasakan dan saya telan bulat bulat.
mengenal seseorang dari 0, menemani kesana kemari demi menggapai cita, dan hal hal lainnya yang dapat di lalui untuk kebahagiaan bersama nantinya.
nyatanya, ekspektasi tidak sesuai dengan realita.
ekspektasi yang terlalu indah di bayangkan, membuat diri melayang sampai mabuk kepayang.
di hantam sangat keras oleh realita yang sangat menyakitkan.
— aku yang trauma berekpektasi kepada manusia
Comments
Post a Comment