Beruang Betina

seperti belati menusuk perisai
ada yang berhenti sebelum usai

seperti mematahkan jeruji yang terpatri
ada yang gemar berjanji —kembali mengingkari

seperti sunyi malam tak berhias
ada yang erat menggenggam lalu memaksa lepas

seperti merah berubah candramawa
ada yang patah bercampur kecewa

seperti gelagah yang tak teguh
ada yang memilih singgah daripada sungguh


seperti senja yang tertutup mendung
ada yang bermuram durja di balik senandung

seperti petir yang berdentum menggetarkan jantung
ada yang tersenyum walau hati meraung

seperti bunga matahari di musim semi
ada yang pergi —pantang kembali

seperti putih kertas yang tergurat
ada yang mencoba ikhlas walau sebenarnya berat

seperti hamparan bintang yang membentang
ada yang kembali mengenang dengan perasaan tenang

Comments

Popular posts from this blog

Perihal Mengikhlaskan

Rumpang