KAITAN ANTARA ILMU BUDAYA DASAR DENGAN ILMU MANAJEMEN
-Tugas Penunjang Mata Kuliah-
KAITAN ANTARA ILMU BUDAYA DASAR DENGAN ILMU MANAJEMEN
Halo teman teman semuanya! Pada kesempatan kali ini, saya akan membahas "Apa sih kaitannya antara ilmu budaya dasar (IBD) dengan Ilmu Manajemen?"
Kenapa keterkaitannya dengan Ilmu Manajemen?
Yaa karena, saya sendiri pun mahasiswa Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen hehe. So, let's get started it yaw. Enjoy reading guys!
KAITAN ANTARA ILMU BUDAYA DASAR DENGAN ILMU MANAJEMEN
Halo teman teman semuanya! Pada kesempatan kali ini, saya akan membahas "Apa sih kaitannya antara ilmu budaya dasar (IBD) dengan Ilmu Manajemen?"
Kenapa keterkaitannya dengan Ilmu Manajemen?
Yaa karena, saya sendiri pun mahasiswa Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen hehe. So, let's get started it yaw. Enjoy reading guys!
Pengertian Ilmu Budaya Dasar
Ilmu budaya dasar adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang dasar-dasar dan
pengertian tentang konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah yang
terjadi di masyarakat terutama mengenai kebudayaan.
Pengertian
Ilmu Manajemen
Ilmu Manajemen adalah suatu seni serta ilmu untuk
mengorganisasi, merencanakan, menyusun, mengawasi, ataupun mengarahkan sumber
daya (alam, waktu, manusia, teknologi, dsb) agar dapat mencapai apa yang telah
di harapkan dan di cita-citakan.
Jadi, keterkaitan
antara Ilmu Budaya Dasar dengan Ilmu Manajemen, yaitu terletak pada faktor
manusia. Manajemen mencoba mencapai tujuan dengan menggunakan orang lain,
sementara ilmu budaya dasar memberikan khazanah pengetahuan dasar yang
berkaitan dengan bagaimana perilaku manusia. Dengan memahami faktor manusia
maka perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengontrolan dari
tiap-tiap aktivitas manajemen dapat berjalan dengan lebih lancar. Titik berat
manajemen selama ini ialah mengenai manfaat materi atau yang bersifat bisnis,
sementara di lain sisi, ilmu budaya dasar memberikan arti dan makna dari suatu
kerja/karya yang dilakukan oleh manusia yang tak hanya terbatas pada pemenuhan
kebutuhan materi. Dalam manajemen manusia adalah faktor yang paling menetukan. Kalau kita mendapat pengertian bahwa budaya
adalah semua hasil budidaya manusia, maka manajemen itu merupakan bagian dari
hasil kebudayaan. Dari segi pengelolaan sumber daya manusia sebagai faktor
produksi di dalam manajemen, pengetahuan tentang manfaat dan nilai-nilai
keorganisasian yang tumbuh dalam pekerjaan, terutama bagi mereka yang telah
menghabiskan sekian waktu hidupnya bersama perusahaan, menjadi bukan lagi hal
yang intangible. Oleh karena itu, tingkat sosial budaya suatu bangsa
berpengaruh terhadap kemampuan suatu manajemen tersebut.
Budaya merupakan perekat, pemecahan masalah, sistem
nilai-nilai, keyakinan dan kebiasaan bersama dalam suatu manajemen atau
organisasi yang berinteraksi dengan struktur formal untuk menghasilkan norma
perilaku organisasi. Budaya dalam suatu manajemen memberikan dampak signifikan
terhadap prestasi kerja, karena berkembang dengan mudah. Sistem nilai budaya
yang mempengaruhi perilaku dan adat kebiasaan bangsa tersebut pasti memberi
warna pada pelaksanaan manajemennya.
Sentimen karyawan, kepuasan mereka, perasaan ingin
dihargai, lingkungan kerja yang kondusif, budaya kerja, semangat, dan etos,
adalah nilai-nilai yang nyata hadir di sebalik bangunan dan peralatan fisik
perusahaan, yang kesemuanya perlu dikelola dengan baik berbekal pengetahuan
dasar tentang sifat-sifat dasar perangai manusia.
Dalam pemasaran pun hal ini diperlukan. Seseorang dengan bekal ilmu pasti yang terlalu tebal tanpa sumbangan ilmu budaya dasar takkan sensitif untuk menangkap peluang pasar yang dikemudikan oleh unsur-unsur budaya yang dapat diubah menjadi bisnis dan uang, seperti pandangan tentang kemewahan, prestise, dan gaya hidup. Dalam pemasaran, faktor-faktor ini, di samping faktor lain yang lebih bersifat logistik seperti jalur distribusi dan biaya transportasi dan penggudangan, menjadi bahkan lebih penting. Nilai suatu hasil produksi dapat meningkat jikalau eksploitasi akan ketidakrasionalan pasar dan perilaku manusia diperdalam. Rokok misalnya, dapat menjadi produk yang terdiferensiasi berdasarkan iklan dan kampanye akan dikesankan memiliki unsur-unsur tertentu yang dianggap berkesan dan berkelas di masyarakat. Hal ini membuat ilmu budaya dasar menjadi penting dan patut diperhatikan dalam manajemen.
Dalam pemasaran pun hal ini diperlukan. Seseorang dengan bekal ilmu pasti yang terlalu tebal tanpa sumbangan ilmu budaya dasar takkan sensitif untuk menangkap peluang pasar yang dikemudikan oleh unsur-unsur budaya yang dapat diubah menjadi bisnis dan uang, seperti pandangan tentang kemewahan, prestise, dan gaya hidup. Dalam pemasaran, faktor-faktor ini, di samping faktor lain yang lebih bersifat logistik seperti jalur distribusi dan biaya transportasi dan penggudangan, menjadi bahkan lebih penting. Nilai suatu hasil produksi dapat meningkat jikalau eksploitasi akan ketidakrasionalan pasar dan perilaku manusia diperdalam. Rokok misalnya, dapat menjadi produk yang terdiferensiasi berdasarkan iklan dan kampanye akan dikesankan memiliki unsur-unsur tertentu yang dianggap berkesan dan berkelas di masyarakat. Hal ini membuat ilmu budaya dasar menjadi penting dan patut diperhatikan dalam manajemen.
Comments
Post a Comment