KEBUDAYAAN YANG MULAI HILANG EKSISTENSINYA DAN PERAN MASYARAKAT UNTUK MELESTARIKANNYA
-Tugas Penunjang Mata Kuliah-
BUDAYA YANG MULAI HILANG EKSISTENSI NYA DAN PERAN MASYARAKAT UNTUK MELESTARIKAN NYA
BUDAYA YANG MULAI HILANG EKSISTENSI NYA DAN PERAN MASYARAKAT UNTUK MELESTARIKAN NYA
Halo semuanya! Saya Virgita Augustina Sari, biasa dipanggil dengan nama Virgita atau
Gita. Saya berasal dari Jakarta Selatan, tepatnya di daerah Srengseng Sawah,
Jagakarsa. Kedua orang tua saya berasal dari suku yang berbeda. Keluarga Ayah saya
berasal dari Asahan, Sumatera Utara sedangkan keluarga Ibu saya berasal dari
Magelang, Jawa Tengah. Meskipun berasal dari dua suku yang berbeda, namun kedua
orang tua saya keduanya sama sama besar di Jakarta. Begitu pun dengan saya yang merupakan orang Jakarta karena kota kelahiran saya adalah di Jakarta dan sudah menetap di Jakarta sejak dari lahir. Oleh sebab itu
saya akan memperkenalkan kebudayaan yang terkenal dari daerah Jakarta, namun
eksistensinya sudah mulai memudar dikalangan masyarakat sekitar.
Ondel
Ondel
Ondel ondel merupakan
hasil dari kebudayaan Betawi yang berupa boneka besar yang tingginya mencapai
sekitar kurang lebih 2,5 meter dengan garis tengah kurang lebih 80 cm. Boneka ini
dibuat dari anyaman bambu yang dibuat agar dapat dipukul dari dalam oleh orang
yang membawanya. Boneka ini dipakai dan dimainkan oleh orang-orang yang
membawanya. Wajah ondel ondel laki laki biasanya di cat dengan warna merah,
sedangkan yang perempuan di cat dengan warna putih. Awal mulanya pertunjukan
ondel-ondel ini berfungsi sebagai penolak bala dari gangguan roh halus yang
mengganggu. Namun semakin lama tradisi tersebut berubah menjadi hal yang sangat
bagus untuk mengisi beberapa acara penyambutan tamu terhormat, dan untuk
peresmian gedung yang baru selesai dibangun. Musik yang mengiringi ondel-ondel
tidak menentu karena tergantung dari masing-masing rombongan. Ada yang diiringi
tanjidor, ada yang diiringi dengan Pencak Betawi, lalu ada juga yang diiringi Bende, Ningnong,
dan Rebana Ketimpring. Pada dasarnya, pertunjukan ondel-ondel ini masih tetap
bertahan dan menjadi penghias di wajah kota mertopolitan Jakarta.
Namun, beberapa kebudayaan
di daerah Jakarta sudah mulai hilang eksistensinya di kalangan masyarakat. Budaya
Betawi sekarang pun sudah mulai ditinggalkan masyarakatnya padahal Betawi
merupakan budaya asli dari Ibu Kota Jakarta sendiri. Beberapa diantaranya yaitu
pertunjukan ondel-ondel tersebut. Seiring berjalannya waktu, saat ini
ondel-ondel tidak hanya dipergunakan sebagai sarana untuk pertunjukan suatu
acara dikalangan masyarakat Jakarta namun saat ini ondel-ondel sudah sangat
mudah dijumpai di jalan-jalan raya atau didaerah lainnya. Saat ini ondel-ondel
sudah beralih fungsi untuk sarana mencari uang dan digunakan orang-orang untuk
mengamen di pinggir-pinggir jalan raya.
Peran
masyarakat agar dapat melestarikan kebudayaan tersebut,
yaitu dengan cara: memperkenalkan budaya daerah Jakarta ke anak-anak sampai
orang dewasa dan memasukkan kebudayaan khas Jakarta kedalam pelajaran anak-anak
di sekolah khususnya daerah Jakarta supaya mereka dapat mengenal budaya
tersebut. Selain itu, dapat dilakukan dengan cara lain yaitu membuat
pertunjukkan budaya Betawi seminggu sekali yang berpusat di mall atau
ditempat-tempat yang ramai dikunjungi masyarakat, dan juga Pemerintah membangun
museum yang letaknya berada di daerah yang dapat di jangkau masyarakat agar
orang-orang mengenal tradisi budaya Jakarta.
Sekian informasi yang
dapat saya berikan. Semoga dengan adanya postingan di blog saya mengenai
kebudayaan Jakarta yang mulai hilang eksistensinya, kita bisa lebih
melestarikan budaya daerah masing-masing yaaa...
Comments
Post a Comment